Beranda METRO SUMBAR Pemkab Pasbar dan Madina, Sepakati Pembukaan Akses Jalan Baru Penghubung Sumbar-Sumut
METRO SUMBAR
PEMBUKAAN JALAN BARU—Pemkab Pasbar Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, membahas rencana pembukaan jalan baru penghubung antarprovinsi melalui kawasan perbatasan kedua daerah, yang direncanakan menghubungkan Sigantang, Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat, dengan Pastab Julu, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal.
PASBAR, METRO—Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mulai membahas rencana pembukaan jalan baru penghubung antarprovinsi melalui kawasan perbatasan kedua daerah, yang direncanakan menghubungkan Sigantang, Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat, dengan Pastab Julu, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal.
Rencana pembangunan jalan tersebut dinilai strategis karena dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, membuka akses transportasi baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Pembahasan tersebut berlangsung saat Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan yang didampingi Kepala Dinas PUPR Pasaman Barat Bambang Sumarsono dan Kepala UPT KPHL Wilayah Pasaman Barat Yuhan Sahri, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (8/5).
Kedatangan Wakil Bupati Pasaman Barat disambut langsung Bupati Mandailing Natal, H. Syaifullah, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, di antaranya Sekretaris Daerah Afrizal Nasution, Asisten I yang juga Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Sahnan Pasaribu, Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Faizal Lubis, serta Kepala Dinas Kominfo M. Syail Lubis.
Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan mengatakan pembangunan akses jalan tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur. “Jalan ini diharapkan mampu membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mempermudah mobilitas warga antardaerah,” ujarnya.
Ia menegaskan pembahasan pembangunan jalan tidak akan berhenti di tingkat daerah, melainkan akan diperjuangkan bersama hingga ke pemerintah pusat agar memperoleh dukungan dari kementerian terkait. “Kami akan bersama-sama memperjuangkan rencana ini hingga ke pusat. Semoga mendapat persetujuan dari kementerian terkait sehingga pembangunan jalan ini dapat direalisasikan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Mandailing Natal H. Syaifullah menyambut positif rencana pembangunan akses jalan tersebut. Menurutnya, keberadaan jalan penghubung antarprovinsi itu akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.
Namun, ia mengakui rencana pembangunan jalan tersebut masih memerlukan pembahasan lanjutan karena jalur yang direncanakan akan melintasi kawasan Taman Nasional Batang Gadis. Karena itu, kedua pemerintah daerah sepakat memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan kementerian terkait, terutama menyangkut regulasi kawasan hutan dan aspek lingkungan hidup.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, kedua daerah optimistis pembangunan jalan penghubung tersebut dapat menjadi solusi strategis untuk membuka keterisolasian wilayah perbatasan sekaligus memperkuat konektivitas antarprovinsi di kawasan barat Sumatera. (end)

4 hours ago
7

















































