Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang saksi mata membeberkan detail penangkapan sutradara Palestina Hamdan Ballal oleh Israel pada Senin (24/3). Warga Yahudi Amerika Raviv Rose mengatakan Hamdan diikat dengan tali dan ditutup matanya oleh aparat Israel.
Perempuan yang bekerja dalam Center for Jewish Nonviolence itu mengaku semua bermula ketika mereka bergegas mengunjungi desa tempat tinggal Hamdan Ballal setelah mendengar insiden di Susiya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat kami berlari, para pemukim Israel mulai memukuli kami dengan tongkat dan pentungan dari belakang ... Kami mencoba menarik perhatian tentara [Israel] tentang hal itu, dan mereka menolak melakukan apa pun," kata Raviv Rose.
"Kami berlari ke arah kendaraan, dan saat itu lah mereka mulai melempari mobil dengan batu. Mereka melempari mobil dengan batu hingga hancur," tuturnya seperti diberitakan Hollywood Reporter, Rabu (26/3).
Mereka kemudian malah dituntut untuk memperlihatkan paspor dan STNK. Aparat Israel menyatakan Rose cs harus ke kantor polisi pada pagi hari jika ingin membuat aduan.
Kelompok itu kemudian pergi ke rumah Hamdan Ballal dan mengatakan keluarga sutradara No Other Land tersebut sedang salat dan serangan terjadi itu terjadi.
"Sejumlah kerabat lainnya ada di luar. Kami mengetahui bahwa dia [Hamdan Ballal] telah diserang," ucap Raviv Rose.
"Ada genangan darahnya di luar pintu depan rumahnya ... Kami bisa melihat tiga warga Palestina - Hamdan Ballal, Khaled Mohammad Shanran, dan Nasser Shreteh - mereka diikat dengan tali dan ditutup matanya, lalu dimasukkan ke dalam kendaraan militer."
Rose kemudian meminta keterangan dari para kerabat dan mendapatkan informasi bahwa pemukim Israel melemparkan batu, menghacurkan properti, tangki air, dan beberapa mobil.
"Hamdan menyuruh keluarganya masuk ke dalam untuk menjaga mereka tetap aman, lalu dia mencoba memberi tahu para pemukim untuk pergi. Dan saat itu lah mereka menyerangnya," ucapnya.
Namun, militer Israel (IDF) memberikan versi berbeda mengenai kejadian tersebut. Mereka mengatakan bahwa kekerasan tersebut dimulai setelah "beberapa orang melemparkan batu ke warga Israel, merusak kendaraan mereka."
Kedua belah pihak, kata IDF, mulai saling melempar batu. Ketika IDF dan polisi Israel tiba di lokasi konflik, "beberapa orang mulai melemparkan batu ke pasukan keamanan."
Sehingga, mereka menangkap tiga warga Palestina, termasuk Hamdan Ballal.
Situasi Hamdan Ballal pertama kali diungkap rekan sutradara No Other Land Yuval Abraham di media sosial dan dinyatakan hilang tanpa kabar pada Senin (24/3) malam.
Ia kemudian dibebaskan dari tahanan pada Selasa (25/3) waktu setempat atau sehari setelah penggerebekan di kawasan tempat tinggalnya, Tepi Barat.
(chri)