Tim Uber Indonesia Gagal Ulangi Kisah 2024, Amallia Cahaya Pratiwi:Kami Sudah Mencoba

11 hours ago 7

Beranda OLAHRAGA Tim Uber Indonesia Gagal Ulangi Kisah 2024, Amallia Cahaya Pratiwi:Kami Sudah Mencoba

OLAHRAGA

GANDA PUTRI— Pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi

JAKARTA, METRO–Langkah tim putri Indonesia di ajang Uber Cup harus terhenti di babak semifinal. Menghadapi Korea Selatan di Forum Horsens, Denmark, Sabtu (2/5), Indonesia menyerah dengan skor 1-3.

Hasil ini memastikan Srikandi Merah Putih membawa pulang medali perunggu. Putri Kusuma Wardani dkk gagal mengulang prestasi 2024.  Saat itu, Indonesia berhasil mencapai babak final setelah menyi­ngkirkan Korsel di semifinal.

Namun, Korsel kali ini memang lebih solid. Indonesia langsung berada dalam teka­nan sejak partai pertama. Tung­gal putri pertama, Putri Kusuma Wardani, harus mengakui keunggula, An Se Young (ASY), dengan skor 19-21, 5-21.

Putri mengakui sempat mam­pu mengimbangi permai­nan di gim pertama. Namun, perubahan ritme dari lawan membuatnya kesulitan di gim berikutnya. “Di gim kedua dia mengubah kecepatan dan saya banyak mati sendiri,” ujarnya.

Indonesia kembali tertinggal setelah ganda putri pertama, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, kalah dari pasangan Korea, Baek Ha Na/Lee So Hee lewat pertaru­ngan tiga gim 16-21, 21-19, 15-21.

“Kami sudah menerapkan pola yang benar. Tapi, pada beberapa poin, fokus turun dan pengembalian jadi salah,” ucap Febriana.

“Kami sudah mencoba yang terbaik,” timpal Amallia.

Meski tertinggal 0-2, Indonesia sempat membuka asa lewat tunggal kedua, Thalita Ramadhani Wiryawan. Ia tam­pil lepas dan sukses menundukkan Sim Yu Jin dua gim langsung 21-19, 21-19.

Bermain tanpa beban menjadi kunci kemenangan Thalita. “Saya coba main lepas saja, nothing to lose. Alhamdulillah bisa menang,” ucapnya.

Namun, harapan Indonesia pupus pada partai keempat. Ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum harus mengakui keunggulan Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong dengan skor 16-21, 18-21. Rachel mengaku kecewa tak mampu me­nyumbang poin penentu.

“Kami terus bermain dalam tekanan mereka. Mohon maaf belum bisa memberikan hasil terbaik untuk Indonesia,” ujar­nya.

Rachel menyebut dirinya bersama Febi lebih banyak berada dalam tekanan sepanjang pertandingan. “Kami terus bermain dalam tekanan mereka. Kami juga terpancing memberikan bola yang mereka mau,” ucapnya. (jpg)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |