Walkot San Diego: Islamofobia Tak Punya Tempat di Sini

2 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Wali Kota San Diego, Todd Gloria, mengecam keras insiden penembakan yang terjadi di Islamic Center of San Diego (ICSD), California, Senin (18/5) siang waktu setempat.

Gloria menyebut islamofobia tidak memiliki tempat di San Diego.

"Kebencian tidak punya tempat di San Diego. Islamofobia tidak punya tempat di San Diego. Serangan terhadap warga San Diego mana pun adalah serangan terhadap semua warga San Diego, dan kami tidak akan mentoleransinya," ujar Gloria dikutip dari Anadolu Agency.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gloria mengatakan Kota San Diego tidak takut menghadapi ancaman dan kekerasan seperti yang terjadi di Islamic Center of San Diego.

"Jangan salah paham, bagi siapa pun yang berusaha membawa kekerasan semacam ini ke kota ini, Anda akan menghadapi kekuatan penuh dari kemitraan penegak hukum kami. Siapa pun yang berusaha melakukan kejahatan di sini akan memahami bahwa responsnya akan cepat, dan Anda akan dibawa ke pengadilan," ucap Gloria.

Tiga orang, termasuk seorang petugas keamanan, tewas tertembak di Islamic Center of San Diego. Sementara dua remaja terduga pelaku berusia 17 dan 18 tahun ditemukan tewas di dalam mobil. Keduanya diduga melakukan bunuh diri.

Identitas para tersangka belum diungkapkan pihak kepolisian, tetapi Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengatakan salah satu ibu tersangka sempat menghubungi polisi pada Senin pagi untuk melaporkan anaknya melarikan diri dan diyakini ingin bunuh diri.

Ibu yang menghubungi polisi juga menyatakan anaknya pergi membawa tiga senjata api dan meninggalkan sebuah pesan. Wahl menyebut pihaknya menemukan bukti tentang apa yang ia gambarkan sebagai "ujaran kebencian umum", meski menganggap tidak ada ancaman khusus terhadap Islamic Center.

Sementara Taha Hassane, Imam di Islamic Center of San Diego, menyampaikan pesan penuh semangat setelah insiden penembakan.

"Komunitas saya berduka. Kita semua bertanggung jawab untuk menyebarkan budaya toleransi, budaya kasih sayang. Kita semua bertanggung jawab, sebagai orang tua, sebagai pekerja media, sebagai pejabat terpilih, sebagai penegak hukum, sebagai pemimpin agama. Kita dapat melakukan sesuatu untuk melindungi bangsa kita, untuk melindungi masyarakat kita," ucap Hassane.

(har/har/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |