Bangunan Lama Terendam Banjir Rob, Gubernur Sumbar Letakkan Batu Pertama Relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie

6 hours ago 4
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah melakukan peletakan batu pertama pembangunan relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie Pasbar, Rabu (11/3).

PASAMANBARAT, METRO– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah melakukan peletakan batu pertama pembangunan relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Rabu (11/3).

Pembangunan sekolah di lokasi baru ini dilakukan karena bangunan sekolah di lokasi lama tidak layak lagi, akibat terendam banjir pada November 2025 lalu dan banjir rob yang merendam sekolah tersebut.

Relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie bagian dari implementasi kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, melalui Program Revitalisasi SMK Tahun 2026.

Mahyeldi menyebut pembangunan tersebut tidak sekadar memindahkan bangunan sekolah, tetapi juga akan berdampak menggerakkan ekonomi masyarakat. Dengan lokasi baru di Sasak Ranah Pasisie ini, akan berdampak lokasi ini akan berkembang nantinya.

Jika sekolah ini mampu meningkatkan kualitasnya, maka sekolah ini akan jadi pilihan. Akan banyak masyarakat dari daerah lain memasukkan anaknya sekolah di sini. Jika jumlah siswanya meningkat, maka lokasi ini akan ramai. Tentunya akan berdampak kepada ekonomi masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Tokoh Masyarakat, Ninik Mamak, Bundo Kanduang dan Kelompok Tani Bundo Kanduang yang telah menghibahkan tanahnya untuk pembangunan SMK ini. Saya yakin kehadiran sekolah ini akan berdampak cukup besar bagi perekonomian masyarakat,” ungkap Mahyeldi.

Mahyeldi juga menyinggung, dampak kehadiran SMK ini dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi untuk menjawab tantangan dunia kerja di masa depan. “Kita menyadari tantangan zaman menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam keterampilan,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, Pemprov Sumbar memiliki komitmen kuat memajukan pendidikan vokasi, salah satunya dengan memperluas akses pendidikan kejuruan agar semakin banyak generasi muda dapat melanjutkan pendidikan di SMK.

“Kita menargetkan Angka Partisipasi Kasar SMK mencapai sekitar 30 persen. Artinya kesempatan belajar harus semakin terbuka bagi anak-anak di seluruh daerah, termasuk di Sasak Ranah Pasisie ini,” katanya.

Selain memperluas akses, Pemprov Sumbar juga terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kemampuan literasi dan numerasi siswa serta peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Sebab, keberhasilan pendidikan vokasi juga diukur dari sejauh mana lulusan SMK dapat terserap di dunia kerja.

“Untuk itu kita menargetkan tingkat penyerapan lulusan SMK dapat mencapai lebih dari 80 persen. Hal ini tentu membutuhkan sinergi yang kuat antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan lokasi baru SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie dapat berkembang menjadi pusat pendidikan vokasi yang unggul sekaligus mampu melahirkan tenaga kerja yang kompeten, berkarakter, serta memiliki jati diri yang kuat.

Kepala SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Desman menyampaikan relokasi sekolah dilakukan karena bencana banjir yang terjadi November 2025 lalu berdampak lokasi bangunan SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie yang lama mengalami banjir setinggi 1,5 meter.

Tidak hanya itu, lokasi sekolah tidak layak dibangun karena ketinggian tanahnya jauh dari permukaan jalan, dilanda banjir rob. Direktur SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meninjau langsung kondisi sekolah akibat dampak bencana.

“Setelah dicek Direktur SMK, lokasi sekolah tersebut tidak layak lagi. Sekolah harus dipindahkan. Kemudian dicari tanah untuk lokasi pembangunan,” terang Desman.

Diungkapkannya, ada tiga lokasi yang jadi pilihan. Kemudian diseleksi, maka yang terpilih lokasi yang ada sekarang. Pemerintah sudah sediakan dana Rp 12 miliar untuk pembangunannya. Untuk pembangunan tahap 1 sudah disetujui Rp3 miliar.

“Kami berharap pembangunan ini dapat membuka peluang bagi lebih banyak siswa untuk belajar seiring dengan meningkatnya daya tampung,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp25 juta serta bantuan Al Quran untuk mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar, Ketua Komite SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, serta tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai di Nagari Sasak.(fan)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |