MTQN ke-42 Padang Barat Resmi Ditutup, Menopang Program Smart Surau

17 hours ago 10

Beranda METRO PADANG MTQN ke-42 Padang Barat Resmi Ditutup, Menopang Program Smart Surau

METRO PADANG

PEMENANG MTQ— Para pemenang dalam ajang MTQN ke-42 Tingkat Kecamatan Padang Barat berfoto bersama saat acara penutupan yang dihadiri Stah Ahli Pemko Padang Syahrial Kamat, di Masjid Mujahidin, Kelurahan Flamboyan Baru.

PADANG, METROMusabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-42 Tingkat Kecamatan Padang Barat resmi ditutup oleh Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Syahrial Kamat, di Masjid Mujahidin, Kelurahan Flamboyan Baru.

Acara keagamaan yang berlangsung selama dua hari tersebut sukses melahirkan para juara baru di tingkat kecamatan.

Dalam sambutannya, Syahrial Kamat yang mewakili Wali Kota Padang mengapresiasi konsistensi pelaksanaan MTQ di tingkat wilayah. Padang Barat menjadi kecamatan keempat di Kota Padang yang telah merampungkan agenda syiar Islam ini.

“Kegiatan ini merupakan bagian penting untuk menopang program unggulan Kota Padang, yaitu Smart Surau. Target kita adalah bagaimana masyarakat Kota Padang betul-betul men­cintai, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Syahrial.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif selama kompetisi berlangsung. “Kepada para juara, terus tingkatkan kualitas diri. Bagi yang belum berhasil, tetap semangat dan jangan berkecil hati. Mudah-mudahan di lain waktu kesuksesan bisa diraih,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Padang Barat, Diko Riva Utama, menyampaikan rasa bangga atas perjuangan seluruh kafilah yang tampil maksimal memperebutkan gelar juara. Penutupan acara dinilai berjalan dengan sangat meriah dan khidmat.

Diko memberikan pesan mendalam kepada para pemenang agar tidak cepat puas dengan pencapaian simbolis berupa piala dan piagam.

“Selamat atas keberhasilannya. Namun ingat, piala itu bisa berdebu dan piagam bisa menguning, tetapi Al-Qur’an di dada harus tetap menyala. Jangan biarkan ayat-ayat suci cuma berhenti di tenggo­rokan saat lomba, melainkan harus mengalir dalam darah dan perilaku kita sehari-hari,” tutur Diko.

Ia juga menganalogikan kedekatan manusia dengan kitab suci seperti hubungan kasih sayang yang harus terus dirawat secara konsisten.

“Al-Qur’an itu ibarat kekasih. Kalau kamu tidak menyapanya hari ini, ia tetap menunggumu. Tapi kalau kamu terus mengabaikannya, ia akan menjadi asing di hatimu sendiri. Jaga Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan menjagamu,” pungkasnya. (ped)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |